ABAH HAMID, sahabat semua
- abah obituary
- Feb 19, 2021
- 1 min read
Updated: Feb 20, 2021
Aku mengenangmu
lewat segelas kopi pahit,
menyeruputnya, sambil
bicara tentang dinasti politik
di negeri para jawara
Tubuhmu yang kecil
Tawamu yang lebar
Hatimu yang luas
Dan impianmu yang besar
Ah, seketika kopi pun
terasa manis.
Ibun tersenyum
Ayal bercerita
Ilham bernyanyi
Kami pun tertawa
Mengalirkan semuanya
Ke Kamogawa.
Hari hari masa itu
Kaukayuh sepeda menyusuri
Doshisha, As Salam, CSEAS, Sanjo, Shijo Kobe, Osaka, Tokyo
Sembari ngeteh, ngopi, ngobrol politik
membingkaikan
miyako ,
kaucapai toga tertinggi
Abah,
Lewat jejakmu kami berkaca
Memantas diri untuk bisa
berlapang dada
dari Depok ke Mototanaka
Dari Jepang hingga Pandeglang
Lewat warisanmu, kami belajar
:semua bisa diselesaikan
dengan pikiran yang luas
Hati yang bersih
serta jiwa yang bersahaja.
Hidup ini harus bahagia.
Kuteguk kopi terakhir
yang mendingin
membayangkan pandemi
memaksamu menutup cerita
di sudut sepetak kamar di sebuah rumah sakit,
Sendiri.
Abah,
Allah telah sempurnakan
kisahmu
Usia muda tapi sarat makna
sejarah telah mencatatmu,
Anak sulung millenial yang
tak pernah diam
Abah,
Terimakasih telah membawa
kami dalam hidupmu
engkau akan selalu
ada dalam doa dan kenangan
(di pojok sebuah kedai,
kupandangi gelas kosong
Tanpa kopi
Tanpa Abah)
Banda Aceh, 19 Feb 2021
-Wina SW1

Comments