Cara Makan Mochi Sepuasnya Ala Abah
- abah obituary
- Feb 19, 2021
- 1 min read
Updated: Feb 20, 2021

Saya pertama kali mengenal Pak Hamid ketika saya sedang mengambil S3 di Kyoto. Pak Hamid sebagai sosok yang ramah dan baik. Kemudian semakin lama, saya mengenal Pak Hamid dan Mbak Ulil, serta Ayal-Ilham di Kyoto, saya seperti mendapatkan keluarga baru di sana. Apato kami di Kyoto juga relatif masih berdekatan. Yang saya cukup ingat ketika kami sedang berjalan-jalan di Yasaka dan Kiyomizudera Shrine bersama keluarga Pak Hamid dan Mas Faesal. Saya dan suami saya diajari pertama kali keluar masuk toko mochi yang menyediakan tester untuk berbagai mochi yang dijual.
Kami diajak keluar masuk toko tersebut sambil mencicipi berbagai macam mochi di beberapa toko yang ada di sana. Begitu sudah keluar dari toko tersebut, Pak Hamid bilang “nah begini cara makan mochi sepuasnya tanpa biaya”. Itu sebuah memori tersendiri buat saya dan suami yang sampai saat ini masih teringat kehangatan keluarga baru di Kyoto.
Kepergian Pak Hamid masih seperti mimpi bagi keluarga kami. Sangat sedih kami menerima berita ini. Tapi, Insya Allah, ini sudah ketentuan Allah swt untuk yang terbaik bagi Pak Hamid dan keluarga.
Salam
Rosita-Bondan-Bhisma-Adzkia
Comments