top of page
Search

Abah Hamid yang Saya Kenal

  • Writer: abah obituary
    abah obituary
  • Feb 16, 2021
  • 2 min read

Updated: Feb 17, 2021


ree

Saya mengenal Abdul Hamid sejak dia masih mahasiswa S1 di FISIP UI pada awal tahun 2000-an. Saya berminat untuk menyelesaikan disertasi ttg desentralisasi di Indonesia pasca-Reformasi dan merasa penasaran dengan proses pembentukan provinsi Banten dan munculnya keluarga Haji Chasan Sochib dalam proses tersebut. Saya sering mondok di kantor Harian Banten dan mengenal pemred koran tersebut, Abdul Malik, kakak kandung dari Abdul Hamid. Kang Malik memperkenalkan Abdul Hamid guna membantu pencarian data-data penelitian.


Sejak itu, Hamid dan saya menjadi teman baik dan bersama menulis artikel tentang Banten. Kami juga jalan-jalan bersama di Banten dan makan durian di Durian Jatohan Haji Arif atau mancing ikan di teluk Banten juga. Saya pernah pergi bersama Abdul Hamid dan Abdur Rozaki ke Surabaya untuk meneliti pilgub Jatim pada 2008. Sangat asyik perjalanannya!


Satu hal yang sangat menyenangkan adalah bahwa dia mendapat kesempatan, dengan dukungan beasiswa, untuk menempuh S3 di Universitas Doshisha di Kyoto. Jadi, kami gampang bertemu di Kyoto. Hebatnya pula, dia bisa selesaikan disertasi dalam tiga tahun. Saya dan isteri mengajak Kang Hamid untuk pergi bersama ke sebuah pemandian air panas (onsen) di Ogoto dan usai itu, makan daging sapi lokal (Ohmi-gyu). Saya masih ingat Hamid tersenyum lepas sewaktu pertama kali dia makan Ohmi-gyu.


Sebelum S3 di Kyoto, perhatian Kang Hamid pada masyarakat Banten sudah sangat kuat dan ia punya harapan tinggi akan masa depan Banten. Sepulang dari Kyoto, ia berupaya keras untuk mengembangkan Universitas Tirtayasa agar mencetak banyak anak muda cerdas dari kampusnya. Saya sangat menghargai berbagai upayanya yang tanpa pamrih. Kang Hamid adalah dosen yang serius, tapi senyumnya khas dan manis.


Sejujurnya, masih sangat sulit bagi saya untuk percaya menerima berita berpulangnya Kang Hamid. Semoga isteri Kang Hamid, Aulia Chloridiany, dan kedua anak mereka dapat tabah, sebab Abah Hamid kini menikmati kehidupan yang tenang di sisi-Nya.

Okamoto Masaaki

Professor, Center for Southeast Asian Studies (CSEAS), Universitas Kyoto.


 
 
 

Comments


©2021 by Abah Hamid Obituary. Proudly created with Wix.com

bottom of page