top of page
Search

Persiapan

  • Writer: abah obituary
    abah obituary
  • Feb 15, 2021
  • 2 min read

"Good preparation is half the battle won."

.

Begitu salah satu prinsip hidup Abah. Jadi setiap punya tujuan, Abah akan mempersiapkan dengan baik. Mulai dari tujuan "kecil" seperti jalan-jalan, sampai yang "besar" seperti studi S3.

.

"Kalau persiapannya bagus, kita nggak bakal repot dan ngerepotin orang," begitu kira-kira Abah sering bilang.

.

Ini tentu aja susah buat orang kayak saya yang impulsif dan suka spontanitas. "Get lost", "Sail without a map", adalah jalan ninja,  hehe. Sebenarnya alasan sih buat kemalasan saya.

.

Kalau mau jalan-jalan, Abah pasti sudah persiapkan mulai dari rencana besar mau ngapain aja sampai detail teknis kayak kartu tol harus ada uangnya, bensin terisi, bawa botol minum, charger hape dan power bank, dsb, dsb.

.

Ribet, ya?

.

Tapi kenyataannya, memang dengan persiapan yang baik, perjalanan kami jadi lebih lancar. Drama pun bisa dihindari.

.

Daaan, bukan berarti nggak ada kisah "kalah" atau "gagal". Dalam perjalanan, tentu saja ada kejadian nggak terduga kayak hujan badai, nggak nemu ATM, dsb. Tapi kalau sudah disiapin, beneran kita jadi lebih tenang.

.

Begitu pula dengan kehidupan "nyata". Abah bisa jadi sering "menang" karena persiapan yang matang: lulus S3 dalam waktu 3 tahun pada umur 34 tahun; menang dosen berprestasi sering banget kayaknya; menang dapat Google Adsense; dan tentu aja memenangkan hati aku #eeaa. Tapi Abah juga sering kalah: gagal pemilihan DRD; kalah pemilihan dekan; kalah main games #eh. Hebatnya, Abah nggak pernah menyesal. Ya, karena dia sudah puas, mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

.

Setelah ditinggal Abah, saya juga baru sadar banyak hal yang entah sengaja atau nggak, beliau persiapkan untuk kepergiannya. Abah mempersiapkan amal yang akan terus menemaninya di kehidupan selanjutnya: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak yang sholeh. Waktu Abah tak ada yang sia-sia, semua efektif, dipakai untuk melakukan persiapan-persiapan.

.

Termasuk juga mempersiapkan saya. Dari awal melamar, Abah sudah bilang, "Kamu akan menjalani hidup yang nggak biasa bareng aku. Apa kamu siap?" Saya yang dibutakan cinta tentu aja bilang siap. :') Selanjutnya dalam pernikahan kami, Abah sering bilang, "Aku akan mempersiapkan sayap-sayapmu agar kuat terbang." Menurutnya, aku harus punya pekerjaan, karier yang bagus, intinya harus kuat. "Jadi sewaktu-waktu aku mati, kamu siap." Beuh, istri mana yang nggak esmosih dibilang gitu, pengennya kan hidup bahagia sampai kakek nenek ya. Kupikir waktu itu Abah sedang becanda karena memang dia mengagumi orang-orang hebat yang mati muda, seperti Soe Hok Gie.

.

Tapi ternyata Abah nggak becanda. Abah meninggal dalam usia 39 tahun. Dan dia sudah mempersiapkan semuanya dengan baik.

.

Good bye, Abah. Surely, I know you won the battle of life, and beyond life.

.

Pandeglang, 15 Februari 2021



ree

 
 
 

Comments


©2021 by Abah Hamid Obituary. Proudly created with Wix.com

bottom of page