Subuh
- abah obituary
- Feb 14, 2021
- 1 min read
Azan Subuh menggema di Gang Masjid, Jalan Margonda, Depok. Aku mengendap-endap kebingungan mau masuk kontrakan. Kontrakanku dekat banget sama masjid. Biasanya aku nitip parkir mobil di sana. Waduh, nggak enak juga, nih. Jam segini baru pulang.
"Hai, Ulil."
Tiba-tiba sesosok pemuda bersarung menyapaku. Dia hendak masuk masjid.
"Hai, Hamid."
Temanku kuliah satu fakultas, kosnya di gang sama dengan kontrakanku.
Hamid senyum-senyum. Aku lupa dia tanyakan aku dari mana atau nggak. Tapi dari pakaianku, jelas aku bukan habis mabit di masjid.
"Subuh dulu, ya," pamitnya dengan sopan.
Aku nyengir mengiyakan. Langsung menutup pintu mobil dan berjalan cepat ke kontrakan.
Dalam hati aku bertanya, "Bisakah aku nggak sekedar bersenang-senang? Bisakah aku hidup bermakna? Mungkin seperti pemuda yang baru kutemui di masjid itu?"
Beberapa belas tahun kemudian. Aku merasakan hidup yang bermakna. Ditemani pemuda yang hatinya tertaut pada masjid, pada umat.

Pandeglang, 14 Februari 2021
Comments