Terima Kasih
- abah obituary
- Feb 15, 2021
- 1 min read
"Then which of your Lord’s favours will you both deny?" (Quran, Ar-Rahman)
.
2 Oktober 2004, Abah Hamid memberi saya hadiah pernikahan berupa hapalan surat Ar-Rahman.
.
13 Februari 2021, Abah Hamid bertemu dengan Sang Maha Pengasih, dipeluk keabadian. Saya berprasangka, dan pasti, Sang Maha Pengasih menyayanginya lebih dari kita semua yang menyayanginya.
.
Nikmat Tuhan tak henti-hentinya datang dalam 16 tahun pernikahan kami. Yang paling nyata, kehadiran Ayal dan Ilham.
.
Kini, setelah Abah pergi, nikmat Tuhan juga terus mengalir. Mulai dari kelancaran urusan pemakaman; doa dan simpati yang terus mengalir dari segala penjuru bumi (kubaca dari whatsapp, facebook, instagram, walau taksanggup kubalas karena keburu mewek); pengakuan tentang kebaikan Abah yang terbuka satu per satu; doa bersama virtual inisiatif mereka yang mencintai Abah; puluhan karangan bunga di rumah kami rumah orang tua, rumah kakak, makam (yang sebagian saya nggak kenal); uang duka yang saya sungguh nggak menyangka, kuanggap itu bentuk kasih teman-teman untuk Abah dan keluarga; dsb.
.
Sungguh menakjubkan melihat jiwa-jiwa yang tersentuh Abah. Semuanya, walau membuat air mata tak pernah kering, menjadi penghiburam kami sekeluarga.
.
Terima kasih tak akan cukup untuk diucapkan ke semua yang mencintai Abah. Hanya bisa berdoa semoga Ar-Rahman melindungi teman-teman dengan kasih-Nya.
.
Saya percaya Abah sudah bahagia bersama Yang Maha Pengasih. Diantar doa yang tak putus-putus; amal jariyah; dan ilmu bermanfaat yang selalu Abah sebarkan dengan gairah.
.
Kini tinggal tugas saya melanjutkan perjuangan Abah. Mendidik Ayal dan Ilham menjadi anak saleh. Dua jiwa yang seumur hidupnya disentuh Abah - literally - mulai dari digendong, dimandikan, disuapin, dipeluk, dicium, didongengin, dsb dsb. Wish us luck.
.
Pandeglang, 14 Februari 2021

Comments